Pada awal peradaban manusia, bahan bangunan berasal dari material alam asli tanpa melalui proses pengolahan yang berarti. Dimana bahan alam seperti kayu, dedaunan, tanah, dan batu digunakan langsung sebagai bahan utama pembuatan bangunan.
Seiring dengan kemajuan teknologi dalam pengolahan material, saat ini diseluruh belahan dunia sangat banyak dijumpai gedung-gedung tinggi pencakar langit, sangat tinggi bagaikan akan melawan hukum alam gravitasi bahkan masing-masing negara berlomba-lomba membangun gedung yang paling tinggi untuk membuktikan kemajuan, kecerdasan prestise dan kekayaannya.
Kenapa semua itu memungkinkan? Jawabannya karena adanya kemajuan teknologi bahan. Semua tidak terlepas dari teknologi bahan yang semakin maju sehingga dimungkinkan dilakukannya rekayasa dan manipulasi material yang berasal langsung dari alam untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal.
Material hasil rekayasa manusia yang paling populer sebagai bahan bangunan (untuk saat ni) adalah baja dan beton. Kedua material ini meropakan komponen utama dari bangunan-bangunan di dunia apalagi untuk bangunan tinggi.
Diantara kedua material tersebut mana yang lebih baik untuk bahan bagunan?, sebuah pertanyaan yang tidak bisa diberikan jawaban secara mutlak, kedua jenis material tersebut memiliki keunggulan baik dilihat sifat-sifat atau karakternya, sisi ekonomi sampai pada pertimbangan aspek lingkungannya.
KEAMANAN
Beton :
Material beton merupakan material yang aman jika dikaitkan dengan bahaya benturan/ impak, api dan angin. Hal ini berkaian dengan karakternya yang berat dan kaku, tanpa diperlukan suatu perlakukan khusus, beton bahkan mempunyai ketahanan terhadap temperatur yang sangat tinggi tanpa kehilangan kemampuan integritas strukturnya (Alfred G. Gerosa, president, of Concrete Alliance Inc., New York City.).
Selain itu, bangunan beton bertulang memiliki ketahanan yang cukup tinggi terhadap bahaya angin, sebuah gedung yang dibangun dengan beton bertulang yang dicor ditempat (cast in place) mampu menahan angin dengan kecepatan 200 mil /jam.
Dengan design yang baik, beton juga dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk keperluan ketahanan terhadap beban gempa misalnya untuk memenuhi faktor kekakuan dan daktilitas. Maka dapat dikatakan bahwa berkaitan dengan bahaya gempa, faktor design lebih menentukan daripada faktor materialnya, disinilah peran seorang structural engineer dalam merekayasa perilaku struktur terhadap beban
Baja :
Laporan Standard Nasional dan Teknologi Amerika menyalahkan faktor kurangnya integritas struktur material baja pada runtuhnya gedung WTC, dimana para ahli mengakui bahwa pada suhu yang tinggi, bahan baja menjadi lembek dan meleleh sehingga kemampuan daya dukugnya menjadi berkurang sangat signifikan. Sebenarnya dengan perlakuan khusus misalnya perlindungan baja dengan memberikan material tahan api, kemampuan baja menahan panas bisa ditingkatkan.
Opini mengenai bahan baja ini tidak boleh didasarkan hanya pada peristiwa runtuhnya gedung WTC, banyak penelitian yang membuktikan bahwa material baja tesebut bisa memberikan ketahanan yang cukup tinggi terhadap bahaya api dan ledakan. Kondisi-kondisi yang lebih tahan dan kaku bisa saja dibuat dengan bahan baja misalnya struktur rangka penahan yang sangat kuat tetapi karena pertimbangan ekonomi, dipilihlah kondisi yang paling optimal sesuai dengan kebutuhannya. Seorang perencana dalam hal ini structural engineer akan mempertimbangkan berbagai variabel untuk dipilih sesuai dengan kondisi struktur yang akan dibuat.
Keunggulan baja berkaitan dengan beban gempa, angin dan beban2 dinamis lainnya didapat dari sifat materialnya yang sangat daktail (tidak getas), dimana baja mampu berdeformasi (melengkung) dengan besar tanpa langsung runtuh, sehingga mampu menyerap energi dinamis dengan sangat baik.
HARGA
Beton :
Menurut Ed Alsamsam, (PCA’s manager of buildings and special structures) Secara umum, harga material beton di dunia adalah relatif stabil, dimana fluktuasi harga material penyusun beton tidak terlalu besar, bahkan fluktuasi harga baja tulangan untuk beton pun tidak terlalu berpengaruh pada harga beton bertulang secara signifikan. Terutama untuk skala proyek yang besar dan dalam jangka waktu panjang, prediksi rugi laba suatu kontrak proyek lebih mudah diprediksi.
Perusahaan asuransi juga lebih diuntungkan mengingat faktor keamanan dan integritas struktur beton lebih terjamin, dilaporkan juga bahwa sebuah kontraktor /developer struktur bangunan beton betulang bisa berhemat biaya asuransi sebesar 25% pertahun.
Baja :
Berita-berita didunia banyak menyoroti peningkatan harga baja, di Amerika dari November 2003 baja mengalami peningkatan mencapai 50%. Tetapi secara nasional dilaporkan bahwa peningkatan harga baja tidak bisa dituding sebagai faktor utama peningkatan biaya konstruksi karena secara umum proporsi baja yang digunakan dalam konstruksi adalah kurang dari 20 %.
Perdebatan mengenai cost effectively antara material baja dan beton tetap saja berlangsung, mereka memiliki argumentasi masing-masing.
WAKTU PELAKSANAAN
Beton :
Khusus untuk beton yang dicor ditempat (cast in place), waktu pelaksanaan konstruksi relatif lebih panjang, mulai dari pembuatan peracah dan acuan beton/bekisting, pemberian tulangan, pengecoran dan perawatan beton memerlukan waktu yang cukup panjang sampai umur beton yang cukup tercapai untuk dapat dilakukan pembongkaran perancah/steger. Beberapa bahan aditif bisa ditambahkan untuk mempercepat proses pengeringan beton.
Tetapi dewasa ini, permasalahan ini ditanggulagi dengan adanya metode beton precast, dimana pengecoran beton bisa dilakukan ditempat lain secara simultan dengan persiapan pada lokasi akhirnya sehingga waktu dari keseluruhan proses konstruksi bisa dikurangi, pada saatnya beton yang sudah dicetak tersebut ditransportasikan ke lokasi akhirnya.
Baja :
Dilihat dari waktu pelaksanaan, pihak “pembela” bahan baja mengklaim bahwa struktur baja adalah “ pilihan masa depan”, dengan system pabrikasi off site mereka mengklaim bahwa waktu dan mutu bisa dijamin lebih terkendali. Waktu konstruksi on site bisa dikurangi sehingga biaya bisa konstruksi bisa ditekan. Pendetailan elemen2 struktur baja dapat direncanakan dengan lebih presisi, apalagi dengan kemajuan sarana pendukungnya seperti software dan mesin-mesin pabrikasi.
FLEKSIBILITAS DESIGN
Beton :
Mengingat sifat beton yang mudah dibentuk, berbagai tampilan sesuai selera dan seni dapat dipenuhi. Berbagai bentuk struktur bangunan beton bisa mengakomodasi keinginan para arsitek, sehingga banyak dijumpai sruktur gedung atau bangunan lain dengan nilai estetis yang sangat tinggi.
Dengan design yang baik, kebutuhan pemanfaatan space yang terbatas juga dapat diakomodasi dengan penggunaan struktur beton, contohnya perencanan oleh structural engineer yang inovatif, bisa mengurangi dan mengoptimalkan dimensi elemen struktur seperti balok, kolom maupun pelat. Struktur dengan bentang-bentang panjang masih bisa dibuat dengan material beton tanpa harus mengambil banyak ruang untuk elemen struktur tersebut ,
Contoh-contoh penggunaan material beton pada struktur jembatan panjang, terowongan, gedung tinggi dengan flat slab, bahkan sampai perkerasan jalan (perkerasan kaku) bisa dibuat dengan material beton yang sangat fleksibel dibentuk.
Baja :
Material baja memiliki nilai rasio perbandingan kekuatan terhadap berat yang paling tinggi diantara material konstruksi saat ini, sehingga memungkinkan dibuat struktur yang sangat ramping dan ringan.Banyak struktur dengan panjang bentang ,atau tinggi yang ekstrim bisa dibuat dengan bahan baja.
Dilihat dari fleksibilitas bentuk struktur yang dihasilkan, material baja memang relatif lebih sulit untuk dibentuk, namun bagi kalangan arsitek tampilan material baja dengan keunggulan kekuatan dan finishingnya yang beragam bisa dijadikan suatu karya seni yang fenomenal, menara-menara pencakar langit ataupun jembatan baja dengan rangka atau kabel merupakan suatu karya yang menakjubkan.
Penelitian dan teknologi kedua jenis material ini berjalan terus tanpa henti, bahkan bisa dikatakan bahwa perkembangan mengenai ilmu dan teknologi kedua jenis bahan ini baru saja dimulai, berbagai inovasi dan variasi berkembang terus dan barangkali tidak akan pernah berhenti. ambil contoh pada teknologi beton dengan inovasi beton mutu tinggi, beton kedap air, beton ringan, dan lain-lain. Demikian juga halnya dengan baja, berbagai teknologi semakin maju dan bervariasi misalnya penggunaan baja struktur mutu tinggi, kabel kabel prategang, sampai baja ringan yang mulai sangat populer menggantikan material lain seperti kayu bahkan beton.
Jadi pertanyaan “mana yang lebih baik” diantara keduanya tentu tidak relevan untuk diajukan. Masing-masing memiliki kekurangan dan keunggulan, bahkan sering kali keduanya digunakan secara bersamaan/dikombinasikan untuk saling melengkapi, menutupi kekurangan yang lain untuk memperoleh keunggulannya saja sehingga didapat struktur yang optimal dari berbagai aspek pertimbangan.
Keputusan pemilihan bahannya diserahkan kembali pada para pengguna, arsitek, structural engineer, pemerintah dan semua yang terlibat didalamnya.
Refterences:
-Jana J. Madsen, managing editor of Buildings magazine
-Berbagai sumber
VISITOR
JUMLAH PENGUNJUNG
MY GALERY
Jumat, 18 Juli 2008
Selasa, 13 Mei 2008
GLOBAL WARMING
Adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
LOWONGAN HOLCHIM
VACANT POSITION
Job Title : BATCHER
Directorate : RMX & Aggregates
Location : Various Location
Scope of works:
The incumbent will be responsible to realize the batching of concrete and to arrange the support facility so as ensure that the customer’s design specifications and timings are met.
Requirements:
• Education : Bachelor from Civil Engineer
• Experiences : 2 years experiences in Concrete (or like) industry and or in
Concrete technician, but Fresh Graduates are welcome to apply
• Computer Literate : MS Office (Excel, Word), SAP (preferably)
• Language : Good command of English, both oral & written
• Other qualifications :
o Good knowledge of Concrete Technology
o Good in operating a Batch Plant and support product facilities skill
o Good understanding in Concrete business
o Good interpersonal and communication skill
o Good in analytical & problem solving skills
o Excellent in Negotiation skill
o Customer Service Excellence
o Good in managing the team work, dead lines and work load
If you are interested to the position, please send your resume to:
PT Holcim Indonesia Tbk
HR Operation Dept.
recruitment-idn@holcim.com
(please indicate the position applied for on the subject field of your email)
VACANT POSITION
Job Title : FIELD TECHNICIAN
Directorate : RMC & Aggregates
Location : Jakarta
Lingkup Kerja:
Membantu tugas Technical Superintendent dalam melakukan pengetesan specimen, dan membuat laporan kualitas yang diperlukan.
Persyaratan Jabatan:
• Pendidikan : Diploma Teknik Sipil
• Pengalaman :
o Min. 1 - 3 tahun dengan pengalaman yang terkait di bidang QA/QC – R&D – Technical Support areas dari Manufaktur Beton/Semen.
o Fresh Graduates dengan pengalaman pernah terlibat di bidang/proyek yang relevan.
• Kemampuan Komputer: MS Office, Lotus Notes
• Bahasa : Nilai plus bagi yang mampu dan menguasai bahasa Inggris
dengan baik.
• Kualifikasi :
o Mampu melakukan pekerjaan pengujian beton di lapangan sesuai standar pelaksanaan pekerjaan
o Mengetahui peraturan/ketentuanpelaksanaan pengujian beton segar, pembuatan benda uji beton serta pelaksanaan prawatan benda uji beton
o Mampu bekerjasama dalam tim
o Memiliki SIM A – lebih disukai
Jika anda berminat, kirimkan lamaran dan daftar riwayat hidup, cantumkan posisi yang di lamar pada Subject Email ke:
PT Holcim Indonesia Tbk
HR Operation Dept.
recruitment-idn@holcim.com
(harap tuliskan posisi yang dilamar pada subjek email)
Job Title : BATCHER
Directorate : RMX & Aggregates
Location : Various Location
Scope of works:
The incumbent will be responsible to realize the batching of concrete and to arrange the support facility so as ensure that the customer’s design specifications and timings are met.
Requirements:
• Education : Bachelor from Civil Engineer
• Experiences : 2 years experiences in Concrete (or like) industry and or in
Concrete technician, but Fresh Graduates are welcome to apply
• Computer Literate : MS Office (Excel, Word), SAP (preferably)
• Language : Good command of English, both oral & written
• Other qualifications :
o Good knowledge of Concrete Technology
o Good in operating a Batch Plant and support product facilities skill
o Good understanding in Concrete business
o Good interpersonal and communication skill
o Good in analytical & problem solving skills
o Excellent in Negotiation skill
o Customer Service Excellence
o Good in managing the team work, dead lines and work load
If you are interested to the position, please send your resume to:
PT Holcim Indonesia Tbk
HR Operation Dept.
recruitment-idn@holcim.com
(please indicate the position applied for on the subject field of your email)
VACANT POSITION
Job Title : FIELD TECHNICIAN
Directorate : RMC & Aggregates
Location : Jakarta
Lingkup Kerja:
Membantu tugas Technical Superintendent dalam melakukan pengetesan specimen, dan membuat laporan kualitas yang diperlukan.
Persyaratan Jabatan:
• Pendidikan : Diploma Teknik Sipil
• Pengalaman :
o Min. 1 - 3 tahun dengan pengalaman yang terkait di bidang QA/QC – R&D – Technical Support areas dari Manufaktur Beton/Semen.
o Fresh Graduates dengan pengalaman pernah terlibat di bidang/proyek yang relevan.
• Kemampuan Komputer: MS Office, Lotus Notes
• Bahasa : Nilai plus bagi yang mampu dan menguasai bahasa Inggris
dengan baik.
• Kualifikasi :
o Mampu melakukan pekerjaan pengujian beton di lapangan sesuai standar pelaksanaan pekerjaan
o Mengetahui peraturan/ketentuanpelaksanaan pengujian beton segar, pembuatan benda uji beton serta pelaksanaan prawatan benda uji beton
o Mampu bekerjasama dalam tim
o Memiliki SIM A – lebih disukai
Jika anda berminat, kirimkan lamaran dan daftar riwayat hidup, cantumkan posisi yang di lamar pada Subject Email ke:
PT Holcim Indonesia Tbk
HR Operation Dept.
recruitment-idn@holcim.com
(harap tuliskan posisi yang dilamar pada subjek email)
BANTUAN LUAR NEGERI
Program Bantuan Keberangkatan Dari dan Ke Luar Negeri adalah bantuan yang diberikan kepada perorangan yang akan berangkat dari dan ke luar negeri dan diusulkan oleh instansi atau lembaga pendidikan di lingkungan Depdiknas dimana yang bersangkutan bekerja atau instansi / lembaga yang mempunyai program sinergi dengan Depdiknas serta mahasiswa (dengan persyaratan khusus). Program ini dalam rangka mendukung peningkatan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi pendidikan nasional. Untuk tahun 2008 tersedia bagi 1250 orang : 1000 orang tersedia bagi yang akan berangkat ke luar negeri dan 250 orang tersedia bagi mahasiswa asing yang diundang ke Indonesia sebagai peserta Beasiswa Pemerintah Republik Indonesia.
PERSYARATAN
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
1. Pegawai yang diusulkan oleh lembaga pendidikan di lingkungan Depdiknas maupun lembaga yang terkait dengan pendidikan dan ditandatangani oleh atasan
2. Mahasiswa yang diusulkan adalah mereka yang akan berangkat ke luar negeri dan tinggal di luar negeri selama minimal 1 bulan untuk kegiatan akademis dan diusulkan oleh Lembaga Perguruan Tinggi. (Program ini tidak tersedia bagi Siswa Sekolah)
3. Mengisi formulir yang sudah disediakan pada website program ini dengan mencantumkan Nomor Rekening Instansi / Lembaga dan NPWP Instansi / Lembaga yang mengusulkan, serta melengkapi dengan dokumen yang dibutuhkan sebagai berikut :
o Surat Rekomendasi Atasan
o Undangan Kegiatan
o Pas Foto
o Paspor
o Tiket / Kode Booking
4. Usulan harus diterima oleh Biro PKLN sebelum keberangkatan
JENIS KEGIATAN
Bantuan keberangkatan ini diberikan kepada mereka yang akan berangkat ke dan dari luar negeri dalam rangka kegiatan akademis yang meliputi:
1. Konferensi, Seminar, Lokakarya, Workshop
2. Short Course, Magang, dan Sertifikasi Kompetensi, Training di Luar Negeri
3. Mahasiswa Asing Penerima Beasiswa RI
4. Tenaga pengajar pada Sekolah Indonesia di luar negeri.
Jumlah bantuan sebesar Rp 2.700.000,- (Dua juta tujuh ratus ribu rupiah) untuk kawasan ASEAN dan di luar kawasan ASEAN sebesar Rp. 6.300.000,- (Enam juta tiga ratus ribu rupiah) per orang akan diberikan kepada pemohon yang telah melengkapi semua persyaratan dan lulus seleksi.
SELEKSI
1. Sistem seleksi bantuan keberangkatan ke dan dari luar negeri dilakukan setiap bulan pada minggu ke 4
2. Seleksi berdasarkan kelengkapan persyaratan administrasi calon penerima bantuan keberangkatan ke dan dari luar negeri.
3. Pelaksanaan seleksi dilakukan oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) – Depdiknas dan sebagai koordinator adalah Kabag Fasilitasi Layanan Internasional, Biro PKLN Depdiknas.
4. Hasil seleksi diumumkan setiap akhir bulan melalui website ini.
PELAPORAN
Setiap penerima bantuan diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan hasil kegiatan selama di luar negeri paling lambat 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah keberangkatan. Klik disini untuk melihat, membuat, dan mengirim Format Laporan.
PROSEDUR
Peserta yang berminat dapat melakukan pendaftaran online melalui website (http://bantuan.depdiknas.org) resmi Bantuan Keberangkatan dengan melampirkan informasi yang dibutuhkan.
Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui email bantuan_pkln@diknas.go.id atau dapat menghubungi Panitia pada Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Telp: (021) 5724707, (021) 5711144 ext: 2610
PERSYARATAN
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengikuti program ini adalah sebagai berikut:
1. Pegawai yang diusulkan oleh lembaga pendidikan di lingkungan Depdiknas maupun lembaga yang terkait dengan pendidikan dan ditandatangani oleh atasan
2. Mahasiswa yang diusulkan adalah mereka yang akan berangkat ke luar negeri dan tinggal di luar negeri selama minimal 1 bulan untuk kegiatan akademis dan diusulkan oleh Lembaga Perguruan Tinggi. (Program ini tidak tersedia bagi Siswa Sekolah)
3. Mengisi formulir yang sudah disediakan pada website program ini dengan mencantumkan Nomor Rekening Instansi / Lembaga dan NPWP Instansi / Lembaga yang mengusulkan, serta melengkapi dengan dokumen yang dibutuhkan sebagai berikut :
o Surat Rekomendasi Atasan
o Undangan Kegiatan
o Pas Foto
o Paspor
o Tiket / Kode Booking
4. Usulan harus diterima oleh Biro PKLN sebelum keberangkatan
JENIS KEGIATAN
Bantuan keberangkatan ini diberikan kepada mereka yang akan berangkat ke dan dari luar negeri dalam rangka kegiatan akademis yang meliputi:
1. Konferensi, Seminar, Lokakarya, Workshop
2. Short Course, Magang, dan Sertifikasi Kompetensi, Training di Luar Negeri
3. Mahasiswa Asing Penerima Beasiswa RI
4. Tenaga pengajar pada Sekolah Indonesia di luar negeri.
Jumlah bantuan sebesar Rp 2.700.000,- (Dua juta tujuh ratus ribu rupiah) untuk kawasan ASEAN dan di luar kawasan ASEAN sebesar Rp. 6.300.000,- (Enam juta tiga ratus ribu rupiah) per orang akan diberikan kepada pemohon yang telah melengkapi semua persyaratan dan lulus seleksi.
SELEKSI
1. Sistem seleksi bantuan keberangkatan ke dan dari luar negeri dilakukan setiap bulan pada minggu ke 4
2. Seleksi berdasarkan kelengkapan persyaratan administrasi calon penerima bantuan keberangkatan ke dan dari luar negeri.
3. Pelaksanaan seleksi dilakukan oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) – Depdiknas dan sebagai koordinator adalah Kabag Fasilitasi Layanan Internasional, Biro PKLN Depdiknas.
4. Hasil seleksi diumumkan setiap akhir bulan melalui website ini.
PELAPORAN
Setiap penerima bantuan diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan hasil kegiatan selama di luar negeri paling lambat 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah keberangkatan. Klik disini untuk melihat, membuat, dan mengirim Format Laporan.
PROSEDUR
Peserta yang berminat dapat melakukan pendaftaran online melalui website (http://bantuan.depdiknas.org) resmi Bantuan Keberangkatan dengan melampirkan informasi yang dibutuhkan.
Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui email bantuan_pkln@diknas.go.id atau dapat menghubungi Panitia pada Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Telp: (021) 5724707, (021) 5711144 ext: 2610
Langganan:
Postingan (Atom)